Ijinkan Aku Memilikimu Sebelum Helai Kalbuku Mematung Dalam Keabadian

Posted: September 3, 2008 in Puisi Cinta

Di balik pancaran mu

Ada seutas tabir misteri

Jatuh menggenggam puing puing retak

Membawa ku hanyut dalam dekapan kobaran asmara

Padahal sesungguhnya kau tahu ……

Cahaya mu telah merasuk

Membentuk sebuah prasasti di puri terdalam hati ku

Tak akan mungkin lekang

Tersapu buih buih debu pengurai kehidupan

Namun mengapa kau masih saja diam membisu …..

Mungkin bagimu aku hanyalah sebuah pion

Yang hanya mengekor perintah sang pembawa strategi

Mudah terhanyut

Terbawa arus pualam binar keegoisan

Padahal aku tak seperti itu ……

Cintaku padamu adalah untaian harapan dan benih benih kesucian

Mendambamu hadir mendekap keinginan dan cahaya penerang dalam kegelapanku

Menyediakan sebilah bahu tempatku bersandar

Kala ku terpuruk dalam kesunyian dan kehampaan

Semoga jalinan suci ini kau mengerti …..

Seonggok duri yang telah mengalir dalam aliran darah ku

Mungkin akan tiba mengambil binar mata dan aliran napas ku

Hingga ku luluh lantak

Jauh terbang membumbung tinggi ke lapisan langit ke tujuh

Aku sama sekali tak minta kau kasihani

Aku sama sekali tak minta kau tangisi

Aku sama sekali tak minta kau mendustai

Aku sama sekali tak minta kau mencintaiku dengan keterpaksaan

Aku ingin ketulusan cinta mu

Cinta yang hadir dalam pelepah – pelepah daun pisang penampung tetesan hujan

Mengalir sesederhana rasa

HIngga kehadiran nya begitu teramat bermakna

Maka jika memang cinta mu hadir untukku

Cinta lah aku seadanya dalam aliran kepercayaan

Menggenggam harap memanjat impian

HIngga memahami sebentuk prasasti kasih sayang dan pulaman

pengorbanan

Namun jika getaran rasa itu tak terhujam untukku

Maka aku mohon berilah seutas senyum pada ku semurni ketulusan dan keikhlasan

Hingga ku tenang dalam damai ……

Sebelum helai kalbu ku mematung dalam keabadian.

Komentar
  1. fajaryustisianto mengatakan:

    puisi ini kukirimkan untuk One Prilliana,S.E di FE UNAIR 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s